Mendung berarak sejak sore tadi, langkahku semakin kupercepat hingga satu belokan lagi. Guntur menyambar-nyambar seakan ingin menggapai pundakku yang sedari tadi membawa satu tas plastik berisi penuh belanjaan dari suatu mall di surabaya. Mendadak dari balik belokan itu pundakku beradu dengan pundak seseorang. dari sepatunya yang merah marun itu pasti seorang cewek,.."maaf mbak ga sengaja" kataku. pelan-pelan gadis itu pun menoleh dan tersenyum "tidak apa-apa mas, seharusnya saya yang minta maaf karena saya tadi buru-buru, sehingga nabrak mas" ungkap gadis itu. Hari demi hari aku tak bisa melupakan wajah gadis manis itu, dia masih bergelayutan hingga di dasar tulang rusukku, menghantarkan panasnya rindu sekejap walau hanya sebentar dan sementara. Hari demi hari semakin dekat dengan gadis itu, tiada hari tanpa perasaan yang menyenangkan. Hanya sekedar dekat saja sudah membuat nyaman hati ini. Dan ketika menjelang sore tanpa mendung dan suara jangkrik enggan bersuara, aku berjalan hingga titian jembatan seberang, tampak gadis itu di seberang jembatan, dia nampak memandangi aku dengan wajah manisnya, tersenyum hingga lesung pipitnya nampak tersinari lampu senja. "mengapa kau tidak menyeberang wahai gadisku?" teriakku dari kejauhan. dia nampak menggelengkan kepala. "Ayo sini biar aku gandeng tanganmu kalau memang engkau takut" Teriakku sekali lagi. Dan sekali lagi pula gadis itu menggelengkan kepala tanda enggan menerima ajakanku. "Tidak akan terjadi apa-apa, jembatan ini kuat untuk kita berjalan di atasnya" aku berusaha meyakinkan. "Aku takut mas" jawab gadis itu dengan lirih. "tidak apa-apa kok, sini mana tangan kamu" sahutku. "engga mas, aku pulang saja" jawab gadis itu. Dia membalikkan tubuhnya dan meninggalkan aku yang berdiri tegap sedari tadi, yang siap menerima tangannya kapan saja, namun sayang, dia tidak berani menyeberang. "Kamu tidak percaya aku lagi ya" teriakku. aku melompat dari atas jembatan itu dan berteriak "aku benci kamu!" Seketika itu dia menoleh dan aku sudah sampai bawah dengan rasa kecewa, kecewa tapi puas karena sudah melihat lesung pipitnya.
Aku Benci Kamu Hari ini

