Saturday, January 14, 2012

Kamu Manis, Kataku

Kamu Manis, Kataku
Kemudian dia turun dengan membawa koper yang berisi banyak barang-barang di dalamnya, dia masuk bersama pacarnya. memang si nani pulang ke rumah pacarnya diantar sama si adi, pacarnya yang baik hati dan tidak sombong. si adi dengan bangganya membantu pacarnya membawa barang bawaanya dari mobil ke rumah, sehingga timbullah percakapan antar keduanya. "beb, kamu kalau jalan tampak dari belakang begini terlihat seksi, tapi sayang selama ini wajahmu yang manis itu masih tertutup dengan rambutmu yang indah, sehingga mentari enggan menyapa kulit wajahmu yang mulus itu" uangkap si adi. "ah biarin mas, kan mas sudah percaya kalau aku ini manis" sahut si nani. Dengan jawaban seperti itu si adi tampak lega dan tenang. "iya sih" sahut adi. 
mondar-mandir di dalam rumah nani tampak tak tenang tampak terlihat di wajah adi. "apa dia manis ya" gumamnya. tampak nani sedang berjalan menuju ke arah adi yang sedang duduk termangu penuh tanda tanya menyelimuti pikirannya. Dia mencoba memperhatikan wajah si neni dari sela-sela rambutnya yang tergerai panjang ke depan sehingga hampir menutupi wajah manisnya. "ada apa sih mas kok memandangi aku dengan tatapan yang aneh seperti itu?" kata nani. "engga kok, mas cuma penasaran sama kulit manismu itu" ujar adi sambil terkekeh penuh rasa penasaran. "jangan-jangan" pikir adi lagi. "ah biarin aja, toh aku percaya dia dua ratus persen kagak nawar dah" pikirnya sekali lagi. tiba saatnya waktunya pulang karena hari telah larut malam, dan sudah menunjukkan pukul 22.00 (waktu setempat) "beb, mas pulang dulu ya" kata adi. "iya mas" sahut nani. mereka berjalan beriringan, sampe di ujung lorong yang agak remang-remang angin bertiup agak kencang yang membuat sebagian dari rambut nani tersibak kearah sebelah kanan, sehingga wajahnya terlihat jelas dari sisi adi berjalan. Dan sepontan adi melihat ke arah wajah nani yang terlihat jelas di depan adi. "beb, wajahmu..wajahmu...teriak adi. "apa sih mas, mas kok teriak kaget gitu" sahut nani. "engga..engga apa-apa, cuma mau ngomong "kamu manis beb" jawab adi lirih. sejurus kemudian badan adi lemas dan terhuyung ke belakang jatuh ke tanah yang sedari tadi menjadi saksi percakapan antar keduanya. (gimana tidak lemas si adi, lha yang di lihat dari wajah nani adalah mukanya rata) hiii...horor.. :D