Dan aku pun menyipitkan mata ketika terbuka pintunya dan ternganga lebar, hembusannya sempat membuat
beberapa helai kain bajuku terkoyak manis disana-sini. Menerbangkan semua pikiran galauku
ketika hendak menutup kenanganku.
"Mengapa kau tidak menutup pintu itu" kata ibu kepadaku.
"iya ibu, aku akan menutup pintu itu, dan ku buka pintu yang lain" jawabku lirih.
Setelah pintu pertama tertutup, maka aku buka pintu kedua.
Kali ini hembusannya semilir sejuk menyapaku.
Aku biarkan angin itu masuk hingga mengisi ruas igaku yang menggigil karena malam terlalu banyak masuk
ke dalam perutku.
Mengelilingi seluruh tubuhku dan berakhir lewat belakang
Dan aku puas.


