Thursday, November 28, 2013

Detak Yang Tak Beraturan

 

 

Dan aku pun menyipitkan mata ketika terbuka pintunya dan ternganga lebar, hembusannya sempat membuat

beberapa helai kain bajuku terkoyak manis disana-sini. Menerbangkan semua pikiran galauku

ketika hendak  menutup kenanganku.

"Mengapa kau tidak menutup pintu itu" kata ibu kepadaku.

"iya ibu, aku akan menutup pintu itu, dan ku buka pintu yang lain" jawabku lirih.

Setelah pintu pertama tertutup, maka aku buka pintu kedua.

Kali ini hembusannya semilir sejuk menyapaku.

Aku biarkan angin itu masuk hingga mengisi ruas igaku yang menggigil karena malam terlalu banyak masuk

ke dalam perutku.

Mengelilingi seluruh tubuhku dan berakhir lewat belakang

Dan aku puas.

Wednesday, November 27, 2013

Anginku datang

 


Aku terkaget didalam bus dan langsung menutup hidung

"Suara apa itu mas?"tanyaku pada pria disebelahku.

"itu suara dari bawahnya dia" sambil nunjuk kursi belakang.

"itu pasti suara dari lubang yang mencibir" umpat orang yang dibelakang.

"suaranya manthab kan haha.." kata si sopir

Orang yang duduk didepanku nampak wajahnya merah bata, setelah dia tersadar anginnya keluar

dari lubang yang longgar.