Wednesday, December 11, 2013

Tergenang Dalam Senyap

 

 
Melaju dengan cepat, menuju ke hulu adalah sifatnya yang mungkin sudah mendarah daging. Ketika alam memulai episode mendung, maka ribuan tetes telah menanti dan berteriak untuk segera turun melaju hingga menyapa bumi. menyeruak hingga ke dasar jembatan yangang yang menem usang, usang oleh terlalu banyak pikiran orang-orang yang kotor menempel pada sisi jembatan. Banyaknya kotoran itupun membuat suasana semakin mencekam dan usang. Hanya langkah kaki sang dermawan menyusuri sepanjang bawah jembatan. sesekali terantuk karena memang tiga hari belum tertidur di pangkuan sang ibu. Hari semakin sore tak terasa mendung bergelayutan diatas, membuat sebagian rintik air meluap dan akhirnya tumpah membasahi bumi. Basah menjalar menggenangi hingga ke sumsum tulang, dingin namun masih hangat sehangat didalam sepatuku dan dia melingkar didalamnya.
Previous Post
Next Post

Seorang yang senang dengan dunia IT, seorang desainer yang suka menulis apa saja yang dianggap layak untuk ditulis dan disajikan kepada masyarakat luas.

4 comments:

  1. Seperti biasa.. aku nggak bisa ambil maknanya haha --

    ReplyDelete
  2. nyari orang yg dermawan itu sulit, seribu satu dan mereka merasa tenang bersama orang2 yg di dermawani :)

    ReplyDelete
  3. Pemilihan diksi Prast menarik dan cantik.
    Tapi ada beberapa PR sih kalau menurut aku, simple things,
    Yang paling penting tentang logika penyusunan kata dalam kalimat.

    Aduh, padahal akupun gak pernah bikin FF *dilempar*

    ReplyDelete