Melaju dengan cepat, menuju ke hulu adalah sifatnya yang mungkin sudah mendarah daging. Ketika alam memulai episode mendung, maka ribuan tetes telah menanti dan berteriak untuk segera turun melaju hingga menyapa bumi. menyeruak hingga ke dasar jembatan yangang yang menem usang, usang oleh terlalu banyak pikiran orang-orang yang kotor menempel pada sisi jembatan. Banyaknya kotoran itupun membuat suasana semakin mencekam dan usang. Hanya langkah kaki sang dermawan menyusuri sepanjang bawah jembatan. sesekali terantuk karena memang tiga hari belum tertidur di pangkuan sang ibu. Hari semakin sore tak terasa mendung bergelayutan diatas, membuat sebagian rintik air meluap dan akhirnya tumpah membasahi bumi. Basah menjalar menggenangi hingga ke sumsum tulang, dingin namun masih hangat sehangat didalam sepatuku dan dia melingkar didalamnya.
Tergenang Dalam Senyap
Tags:
Flash Fiction

Seperti biasa.. aku nggak bisa ambil maknanya haha --
ReplyDeletenyari orang yg dermawan itu sulit, seribu satu dan mereka merasa tenang bersama orang2 yg di dermawani :)
ReplyDeletePemilihan diksi Prast menarik dan cantik.
ReplyDeleteTapi ada beberapa PR sih kalau menurut aku, simple things,
Yang paling penting tentang logika penyusunan kata dalam kalimat.
Aduh, padahal akupun gak pernah bikin FF *dilempar*
@dewi makasih komennya wi hehe..
ReplyDelete