Aktif di jejaring
sosial sudah menjadi trend tersendiri
dan saat ini hampir semua orang memiliki akun di jejaring sosial meski hanya
satu. Jejaring sosial layaknya Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lainnya,
bukan hanya sekadar sarana untuk eksis, update
status, upload gambar atau memberi komentar di status dan gambar orang
lain. Keterbatasan jarak dan waktu membuat kita memaksimalkan gadget yang ada di genggaman. Banyaknya feature yang bisa digunakan pada
jejaring sosial, memungkinkan semua orang yang tidak sering bertemu untuk bisa melakukan
interaksi satu sama lain. Interaksi ini berupa berbagi, berdiskusi atau hanya
sekadar komunikasi dilakukan tanpa harus bertatap muka. Berbagai interaksi yang
timbul dalam jejaring sosial menjadi sebuah tools
yang digunakan sebagai ajang berkumpul beberapa individu secara virtual dan dalam beberapa kesempatan
tertentu menggelar pertemuan di dunia nyata untuk merealisasikan berbagai
rencana yang sebelumnya telah dibicarakan, itulah mungkin yang disebut Digital Community.
Digital Community yang terbentuk dari dunia maya
pun beragam dengan visi dan misi yang bervariasi. Sebut saja Warung Blogger,
komunitas yang saat ini sudah menapaki usia 2 tahun lebih dari dua tahun
bermula dari para blogger yang berbagi blog
post mereka di akun Twitter @Warung_Blogger
dan masih banyak komunitas lain yang terbentuk bermula dari jejaring sosial.
Apakah Digital Community seperti ini selalu
sukses? Belum tentu, perbedaan pendapat bisa terjadi dimana saja apalagi dengan
minimnya tatap muka. Permasalahan yang muncul akibat beda pendapat dan beda
latar belakang pun selalu menjadi warna tersendiri dalam sebuah Digital Community dan untuk bisa
menyelesaikan permasalahan yang ada diperlukan pemahaman satu sama lain. Meski
begitu Digital Community yang
mengandalkan gadget ini juga banyak yang sukses mewujudkan visi-misi mereka dan
eksis bertahun-tahun. Tentu saja untuk itu diperlukan pengurus maupun pengelola
yang lebih ramah dikenal sebagai admin
group.
Tugas admin ini selain membagikan informasi
dan menampung keluhan anggotanya juga harus bisa menjembatani bila ada
perselisihan. Cukup berat memang tugasnya karena itu diperlukan orang-orang
yang mampu bersikap netral agar tidak ada keberpihakan pada salah satu pihak.
Banyak keuntungan
yang didapatkan dari bergabung dengan Digital
Community selama ini. Selain menambah teman dan membangun network kita juga bisa mendapat tambahan
ilmu sesuai visi-misi komunitas. Dan untuk menemukan komunitas-komunitas
seperti ini sekarang lebih mudah, dengan mengetikkan keyword di search engine
maka akan banyak bermunculan Digital
Community yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan dan minat kita.
Demikian juga untuk
membangun Digital Community, tidak
sesulit yang kita bayangkan, meski begitu kita tetap tidak bisa mengabaikan
beberapa step untuk memulainya sperti :
·
Vision and Mission
Beragam hal yang
harus di cermati lewat sebuah komunitas, tentukan kemudian lalu jadikan itu
sebuah tujuan.
·
Find Someone Out There!
Cari beberapa teman
yang satu tujuan untuk kemudian ajak untuk bersama-sama membentuk sebuah
komunitas.
·
Keep in Touch is a Must!
Bila komunikasi dua
arah dapat terjalin, kebersamaan akan mengikuti sehingga jarak bukanlah menjadi
kendala.
·
Be a Positive Person
Selalu
berkomunikasi bila ada masalah dan berpikiran positif dalam menyikapinya.
Digital Community diharapkan bermanfaat bagi
kehidupan bersosial kita, dan dengan bertambah majunya era digital, tidak
membuat kita berhenti untuk menjalin pertemanan dari berbagai daerah bahkan
negara. Semoga bermanfaat. (@optimuspras)
