Monday, March 24, 2014

DIGITAL COMMUNITY

  

Aktif di jejaring sosial sudah menjadi trend tersendiri dan saat ini hampir semua orang memiliki akun di jejaring sosial meski hanya satu. Jejaring sosial layaknya Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan lainnya, bukan hanya sekadar sarana untuk eksis, update status, upload gambar atau memberi komentar di status dan gambar orang lain. Keterbatasan jarak dan waktu membuat kita memaksimalkan gadget yang ada di genggaman. Banyaknya feature yang bisa digunakan pada jejaring sosial, memungkinkan semua orang yang tidak sering bertemu untuk bisa melakukan interaksi satu sama lain. Interaksi ini berupa berbagi, berdiskusi atau hanya sekadar komunikasi dilakukan tanpa harus bertatap muka. Berbagai interaksi yang timbul dalam jejaring sosial menjadi sebuah tools yang digunakan sebagai ajang berkumpul beberapa individu secara virtual dan dalam beberapa kesempatan tertentu menggelar pertemuan di dunia nyata untuk merealisasikan berbagai rencana yang sebelumnya telah dibicarakan, itulah mungkin yang disebut Digital Community.
Digital Community yang terbentuk dari dunia maya pun beragam dengan visi dan misi yang bervariasi. Sebut saja Warung Blogger, komunitas yang saat ini sudah menapaki usia 2 tahun lebih dari dua tahun bermula dari para blogger yang berbagi blog post mereka di akun Twitter @Warung_Blogger dan masih banyak komunitas lain yang terbentuk bermula dari jejaring sosial.
Apakah Digital Community seperti ini selalu sukses? Belum tentu, perbedaan pendapat bisa terjadi dimana saja apalagi dengan minimnya tatap muka. Permasalahan yang muncul akibat beda pendapat dan beda latar belakang pun selalu menjadi warna tersendiri dalam sebuah Digital Community dan untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang ada diperlukan pemahaman satu sama lain. Meski begitu Digital Community yang mengandalkan gadget ini juga banyak yang sukses mewujudkan visi-misi mereka dan eksis bertahun-tahun. Tentu saja untuk itu diperlukan pengurus maupun pengelola yang lebih ramah dikenal sebagai admin group.
Tugas admin ini selain membagikan informasi dan menampung keluhan anggotanya juga harus bisa menjembatani bila ada perselisihan. Cukup berat memang tugasnya karena itu diperlukan orang-orang yang mampu bersikap netral agar tidak ada keberpihakan pada salah satu pihak.
Banyak keuntungan yang didapatkan dari bergabung dengan Digital Community selama ini. Selain menambah teman dan membangun network kita juga bisa mendapat tambahan ilmu sesuai visi-misi komunitas. Dan untuk menemukan komunitas-komunitas seperti ini sekarang lebih mudah, dengan mengetikkan keyword di search engine maka akan banyak bermunculan Digital Community yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan dan minat kita.
Demikian juga untuk membangun Digital Community, tidak sesulit yang kita bayangkan, meski begitu kita tetap tidak bisa mengabaikan beberapa step untuk memulainya sperti :
·         Vision and Mission
Beragam hal yang harus di cermati lewat sebuah komunitas, tentukan kemudian lalu jadikan itu sebuah tujuan.

·         Find Someone Out There!
Cari beberapa teman yang satu tujuan untuk kemudian ajak untuk bersama-sama membentuk sebuah komunitas.

·            Keep in Touch is a Must!
Bila komunikasi dua arah dapat terjalin, kebersamaan akan mengikuti sehingga jarak bukanlah menjadi kendala.

·            Be a Positive Person
Selalu berkomunikasi bila ada masalah dan berpikiran positif dalam menyikapinya.

Digital Community diharapkan bermanfaat bagi kehidupan bersosial kita, dan dengan bertambah majunya era digital, tidak membuat kita berhenti untuk menjalin pertemanan dari berbagai daerah bahkan negara. Semoga bermanfaat. (@optimuspras)